Selasa, 07 Maret 2017

Kampus UIN SUKA Berpuisi


Assalamualaikum wr. wb.

Selamat malam sahabat blogger.. :)
Sudah lama sekali ya saya tidak menulis di Blog ini. Apa kabar kalian? Pasti sudah lebih baik dari terakhir kalian membaca postingan saya ya, karena sudah hampir 2 semester saya tidak posting di blog ini :D . Ya, boleh dikatakanlah sampai ini blog sudah seperti rumah kosong, banyak debu dan sarang laba-labanya.. Hehe. Oh iya, kali ini saya ingin membagikan sebuah kabar dari kampus tercinta saya yaitu kampus putih UIN Sunan Kalijaga.. eaaa.. yaitu tepatnya sebuah kegiatan yang diselenggarakan oleh Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga. Kegiatan ini bernamakan "Kampus UIN SUKA Berpuisi". Seperti namanya, di dalam kegiatan ini banyak sekali para tamu yang melantunkan berbagai macam puisi karya Aly D. Musyrifa. Ya, karena kegiatan ini dilaksanakan sebagai acara launching buku puisi karya Aly D. Musyrifa yang berjudul Ombak Negeri Legenda.

Acara ini diadakan atas kerjasama Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga dengan Forum Mari Membaca Puisi Indonesia (MMPI) dan didukung oleh RRI Pro 2 Jogja dan UKM Teater Eska UIN Sunan Kalijaga. Tepat di hari Selasa, 7 Maret 2017, acara Kampus UIN SUKA Berpuisi dimulai pada pukul 08.30 hingga kurang lebih pukul 12.00 WIB. Acara ini diadakan bertempat di Teatrikal Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga dengan dihadiri oleh para sastrawan, pustakawan, kyai, aktris, juga akademisi seperti dosen hingga rektor perguruan tinggi pun turut hadir untuk melantunkan puisi karya Aly D. Musyrifa ini. Acara berlangsung dengan sangat meriah dari awal hingga akhir.


Acara diawali dengan dibuka oleh nyanyian lagu yang sangat merdu oleh Divisi Musik Teater Eska. Kemudian dibuka resmi oleh Kepala Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, yaitu Ibu Dra. Labibah Zain, MLIS yang juga berperan sebagai host. Turut memeriahkan juga hadir Bapak Prof. Taufiq A. Daldiri yang berperan sebagai komentator. Berikut akan coba saya uraikan urutan penyair dan apa puisi yang dilantunkannya:

1. Prof. Dr. Syihabuddin Qalyubi (Akademisi)
Judul: Tiada Tempat Terbaik


Dimulai dengan penampilan dari Pak Syihabuddin, yang merupakan dosen Fakultas Adab dan Ilmu Budaya UIN SUKA. Beliau melantunkan puisi dengan dengan penuh khidmat.

2. Dra. Fathorrahman Ghufron (Akademisi dan Kolomnis)
Judul: Bunga yang Dulu Kupetik


Disusul oleh Pak Fathorrahman, yang merupakan Akademisi dan juga penulis surat kabar sehingga beliau dijuluki sebagai kolomnis. Beliau juga melantunkan puisi dengan gayanya yang penuh ekspresi.

3. Dr. Fadhil Yani A. / Kang Acep (Akademisi)
Judul: Qoblatul Muah


Di urutan ketiga, ada Pak Fadhil Yani, yang merupakan seorang akademisi atau lebih tepatnya dosen. Saya sangat terkejut di bagian ini, karena beliau melantunkan puisi dengan bahasa Arab dan dilanjut dengan bernyanyi diiringi alat musik gitar. Saya sangat heran ternyata seorang akademisi seperti beliau, yang terkesan dengan hal-hal yang bersifat serius, dapat pula santai dan menghibur dengan memainkan alat musik.

4. Zakky Akhfash Ramadlani (Siswa SD)
Judul: Kalender


Di posisi keempat, ada Zakky yang merupakan siswa SD Al Baitul Amin Jember. Walaupun ia adalah yang paling muda, ia melantunkan puisi dengan sangat percaya diri dan dengan gayanya yang lantang.

5. Hj. Sitoresmi Prabuningrat (Aktris)
Judul: Rumahku


Di posisi kelima, ada Ibu Hj. Sitoresmi yang merupakan seorang aktris. Ia melantunkan puisi dengan indahnya. Tak ku sangka juga ada aktris seperti Ibu Hj. Sitoresmi ini yang turut datang ke acara ini.

6. Drs. Imam Ma'ruf (Anggota DPRD Jatim)
Judul: Ombak Kasih


Di posisi keenam, ada Pak Imam Ma'ruf. Beliau merupakan anggota DPRD Jatim. Beliau melantunkan puisi dengan gayanya yang sedikit romantis. Wow, bisa juga seorang anggota DPRD seperti Pak Imam ini bersifat romantis. Hehe.

7. Farid Musthofa (Akademisi)
Judul: Burung-Burung Tiada Duka


Kemudian disusul oleh Pak Farid, beliau adalah seorang dosen Fakultas Filsafat UGM. Beliau ini dulu sewaktu menempuh pendidikan S1 sambil merangkap di Fakultas Syariah IAIN SUKA (sebelum menjadi UIN). Beliau juga pernah menempuh pendidikan di Jerman. Dia melantunkan puisi dengan gayanya yang sedikit kocak dan dengan penampilannya mengenakan blangkon dan membawa kencrung.

8. Dra. Ida Nur'aini Hadna, M.Pd (Pustakawan)
Judul: Sepeda


Kemudian dilanjur oleh Ibu Ida yang dijuluki sebagai Ibunya para partimer Perpustakaan UIN SUKA. Ia melantunkan puisi dengan penuh ekspresi namun sedikit grogi. Saya rasa.

9. Prof. Dr. Babun Suharto (Rektor IAIN Jember)
Judul: Aku Tak Pernah Tua


Nah ini, di posisi sembilan ada seorang Rektor IAIN Jember, Bapak Prof. Dr. Babun Suharto. Tidak kusangka seorang Rektor dari daerah Jatim pun turut menyempatkan hadir di Perpustakaan UIN SUKA untuk membacakan puisi.

10. Widyastuti Kartini, S.Sos (Pustakawan)
Judul: Kutampung Cahaya Pagi


Di urutan kesepuluh, ada Ibu Widyastuti, yang merupakan ketua pustakawan Perpustakaan UIN SUKA. Beliau, melantunkan puisi dengan penuh ekspresi.

11. Nana Ernawati (Sastrawan)
Judul: Kuingin dalam Sajakku


Kemudian dilanjut oleh Ibu Ernawati. Ia merupakan seorang sastrawan yang melantunkan puisi dengan sangat keren dengan diiringi suara alat musik biola oleh Mas Iqbal.

12. Dr. Abdur Rozaki (Peneliti IRE)
Judul: Telah Kuhentikan Pesta Sebelum Senang


Di posisi keduabelas, ada Bapak Adbur Rozaki yang dulunya pernah menjadi aktivis mahasiswa ketika menepuh pendidikan S1. Ia membacakan puisi dengan sangat kece. Selain sebagai peneliti di IRE, beliau kini juga menjabat sebagai wakil Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga.

13. Dr. KH Malik Madany (Kyai dan Akademisi)
Judul: Lelaki Ziarah

( Maaf foto tidak ada :D )

Di urutan terakhir, ada Bapak Dr. KH Malik Madany yang merupakan Kyai dan Akademisi. Ia melantunkan puisi dengan gayanya yang sangat mempesona. Ia adalah orang asli Madura, sehingga akan muncul ciri khas khusus lantunan puisi dengan logat Madura beliau.

Nah itulah para penyair dari berbagai daerah dengan berbagai profesinya yang telah melantunkan bait-bait sajak karya Aly D. Musyrifa di Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga. Acara berlangsung dengan meriah dan disusul dengan komentar dari Prof. Taufiq A. Daldiri yaitu, "Penyair itu ibarat rembulan yang meneduhkan panasnya kehidupan, dan hanya puisi yang dapat menenangkan ombak di dalam negeri yang melegenda ini." Komentar tersebut disampaikan dengan diwakili Ibu Ani karena beliau sedang mengalami sakit di pita suaranya.

Dan di akhir acara ini, tampilah sosok penyair yang telah menuliskan sajak-sajak indahnya dalam buku karangannya, yaitu Aly D. Musyrifa yang berduet dengan gitaris kece Mas Melyr yang suaranya sangat mirip dengan Iwan Fals, menurut saya. Mereka berduet dengan Aly D. Musyrifa sebagai pelantun puisi dan Mas Melyr sebagai gitaris dan backing vokal. Sungguh kolaborasi yang sangat mengesankan.


Di akhir acara, Ibu Labibah menutup acara ini. Dan dengan tanpa dikomando, seluruh audien yang hadir di ruangan Teatrikal Perpustakaan bertepuk tangan dengan meriahnya.



Nah, itulah rangkaian acara "Kampus UIN SUKA Berpuisi" hari ini yang dapat saya tangkap dan saya tuliskan pada kesempatan kali ini. Semoga tulisan saya dapat bermanfaat bagi para sahabat blogger sekalian, yang setia mengunjungi blog saya. Jika ada salah kata dalam tulisan saya, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya ya. Oh iya, perlu kalian ketahui juga bahwa acara ini akan disiarkan oleh RRI Pro 2 Jogja 102.5 FM pada Hari Kamis, 9 Maret 2017 pukul 20.00 WIB. Silakan tulis di reminder temen-teman jika ingin mendengarkan secara langsung acara sekece ini. Oke cukup sekian dulu yah. Sampai jumpa lagi di postingan selanjutnya. :)

Wassalamu'alaikum wr. wb.

Jumat, 27 Mei 2016

Fakultas di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta


Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta memiliki 8 fakultas dan 1 program pascasarjana, yaitu:

  1. Fakultas Adab dan Ilmu Budaya
  2. Fakultas Dakwah dan Komunikasi
  3. Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan
  4. Fakultas Syari'ah dan Hukum
  5. Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam
  6. Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora
  7. Fakultas Sains dan Teknologi
  8. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam
  9. Program Pascasarjana

Sumber: http://uin-suka.ac.id

Kamis, 26 Mei 2016

ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan







ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan atau yang akrab disebut ALUS DIY merupakan sebuah organisasi independen mahasiswa Ilmu Perpustakaan yang berada di Daerah Istimewa Yogyakarta. ALUS DIY beranggotakan para mahasiswa Ilmu Perpustakaan yang berada di seluruh Yogyakarta. Namun, untuk saat ini anggota ALUS DIY masih didominasi oleh mahasiswa Ilmu Perpustakaan baik S1 maupun D3 yang sedang menempuh pendidikan di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

ALUS DIY mulanya berdiri pada tahun 2007 yang diprakarasi oleh Supriyadi Jondhi. Ia merupakan salah seorang mahasiswa Ilmu Perpustakaan Fakultas Adab dan Ilmu Budaya UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Dari semenjak berdiri hingga sekarang, ALUS memiliki 4 buah divisi, yaitu:
  1. Divisi Keanggotaan
  2. Divisi Pengembangan Profesi
  3. Divisi Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat
  4. Divisi Pers
Kegiatan rutin tahunan yang diadakan oleh ALUS yaitu:
  • Diskusi Kepustakawanan
  • Pustakawan Plus
  • ALUS Goes to School
  • Bakti Sosial
  • Jogja Membaca
  • Pelatihan Jurnalistik

Sumber: http://www.alus.or.id
Facebook: http://www.facebook.com/alusyogyakarta

Sabtu, 05 Desember 2015

Kunjungan ke Perpustakaan Psikologi ICBC




Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Selamat pagi kawan-kawan, selamat berakhir pekan :)

Baik jumpa lagi dengan saya, kali ini saya akan menyampaikan hasil kunjungan saya ke sebuah perpustakaan khusus yang saya kunjungi waktu lalu yaitu Perpustakaan Khusus Psikologi ICBC (Institution of Community Behavioral Change). Sebenarnya kunjungan ini merupakan tugas dari dosen saya, tetapi akhirnya saya temukan juga sisi asyiknya. Mau tahu seperti apa perpustakaan ini, oke langsung saja.

Perpustakaan Psikologi ICBC terletak di Jalan Ki Mangunkarso 27, Pakualaman, Yogyakarta atau tepatnya sebelah utara-barat SMK SMTI Yogyakarta. Perpustakaan ini sebenarnya adalah milik seorang Dosen Psikologi UGM yang sekarang sudah pensiun. Perpustakaan ini juga dibangun di atas pekarangan beliau. Berawal dari banyaknya koleksi pustaka beliau yang akhirnya dikembangkan menjadi sebuah perpustakaan khusus tentang ilmu psikologi.

Mengenai layanan untuk pemustaka, di sini saya menyarankan agar menjadi anggota perpustakaan karena kita akan mendapatkan fasilitas-fasilitas yang berbeda ketika menjadi anggota. Dari infomasi yang saya dapat ketika wawancara dengan pustakawan di Perpustakaan Psikologi ICBC, saya mendapat beberapa hal, yaitu:

1. Syarat untuk mendaftar menjadi anggota baru 
  • Fotocopy identitas yang masih berlaku (KTP/SIM & KTM) 
  • Pas foto 3 x 4 (2 lembar) 
  • Mengisi form pendaftaran secara lengkap 
  • Membayar biaya administrasi : 
    • Keanggotaan 3 bulan : Rp 45.000,00 
    • Keanggotaan 6 bulan : Rp 70.000,00 
    • Keanggotaan 1 tahun : Rp 120.000,00
  • Untuk perpanjangan keanggotaan : 
    • Keanggotaan 3 bulan : Rp 40.000,00 
    • Keanggotaan 6 bulan : Rp 65.000,00 
    • Keanggotaan 1 tahun : Rp 110.000,00
2. Ketentuan dan Keuntungan menjadi anggota Perpustakaan ICBC 
  • Anggota bebas biaya masuk ke Perpustakaan ICBC dan kota komik 
  • Berhak meminjam buku maksimal 3 buku selama 5 hari, dan dapat diperpanjang 1 kali 
  • Peminjaman buku harus meninggalkan KTM/KTP yang masih berlaku  & Kartu Keanggotaan Perpus boleh dibawa 
  • Perpanjangan dapat melalui sms/telepon dengan menyebutkan nama atau nomor anggota 
  • Keterlambatan pengembalian buku dikenakan denda Rp 5.000,00 per hari untuk setiap buku 
  • Biaya fotokopi, terjemahan, print, dan scan lebih hemat daripada non anggota 
  • Dapat memesan buku/jurnal untuk disiapkan terlebih dahulu sebelum datang (khusus untuk koleksi yang ada di Perpustakaan ICBC dan pemesanan minimal sehari sebelumnya) (free) 
  • Dapat memesan buku/jurnal psikologi di luar koleksi dari Perpustakaan ICBC dengan ketentuan biaya yang berlaku (not free) 
  • Perpanjangan Kartu Anggota berlaku dengan masa tenggang 1 bulan 
  • Bila kehilangan kartu dapat menghubungi pustakawan ICBC
3. Daftar tarif layanan

Layanan
Anggota
Non-Anggota
Biaya Masuk
Free
7.500
Fotokopi
185/lbr
300/lbr
Print
300/hal
400/hal
Scan
1000/hal
1.500/hal
Terjemahan
9.500
11.000

Nah, di sini saya tertariknya ternyata Perpustakaan ICBC juga melayani terjemahan, baru kali ini saya menemui Perpustakaan yang melayani seperti ini. Keren :D

4. Jam kerja perpustakaan ICBC

Senin – Jum’at
09.00 – 17.00
Istirahat
12.00 – 13.00

(Selama istirahat, Perpustakaan ICBC tutup sebentar & pemustaka dipersilahkan menunggu di luar ruang baca)
Hari Jum’at akhir bulan
Khusus untuk hari Jum’at di akhir bulan, Perpustakaan ICBC mengadakan Jum’at Bersih (Tutup) dan hanya menerima layanan pengembalian buku sampai pukul 12.00 WIB dan akan buka kembali seperti biasa pada hari jam kerja berikutnya.

Oh iya, terdapat satu hal lagi yang membuat saya terkagum, yaitu di Perpustakaan ICBC terdapat tempat baca komik/ comic corner yang bernama "Kota Komik". Di ruangan ini terdapat ratusan komik menarik yang dapat dibaca untuk refreshing ketika pikiran sudah mulai penat. Ruangan ini dapat menjadi hiburan tersendiri atau tempat kita menghabiskan waktu bagi yang hobi membaca cerita bergambar, termasuk juga manga. :D (Ket: manga adalah istilah komik dalam bahasa Jepang)

Mengenai kemudahan dalam pengaksesan bahan pustaka, di perpustakaan ini sudah diotomasi sedemikian rupa menggunakan SLiMS (Senayan Library Management System) yang dapat diakses secara intranet menggunakan komputer yang telah disediakan. Untuk sistem klasifikasinya, di sini juga menggunakan klasifikasi DDC (Dewey Decimal Classification). Oh ya, tidak lupa ketinggalan ruangannya juga sangat nyaman. Ruangannya cukup dingin untuk kenyamanan membaca karena ada AC dan akses Wifi secara gratis untuk anggota maupun non-anggota.

Untuk bahan pustaka di sini bermula dari milik pribadi Dosen Psikologi UGM yang dikembangkan dan ditambah dengan dana hasil pengelolaan perpustakaan. Jadi, segala pengembangannya secara mandiri karena perpustakaan ini bersifat independen. Terakhir mengenai anggota di Pepustakaan ICBC mayoritas adalah mahasiswa psikologi dari UMBY, UAD, UTY, dan UGM.

Baik, sekiranya itulah tadi pemaparan saya mengenai hasil kunjungan saya di Perpustakaan Psikologi ICBC. Kesimpulan yang saya ambil dari kunjungan ini adalah bahwa mengembangkan sebuah perpustakaan ternyata dapat menjadi usaha tersendiri juga dan dengan mendirikan perpustakaan kita juga dapat ikut berpartisipasi dalam rangka mencerdaskan masyarakat.

“Ilmu tidak akan habis ketika dibagi”

Itulah kata-kata yang saya dapat dari Perpustakaan ICBC.

Marilah kita biasakan membaca untuk memperluas wawasan dan pengetahuan kita.
Terima kasih, semoga tulisan saya kali ini bermanfaat.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.