Senin, 30 Oktober 2017

Perjalanan Hidupku




Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Halo teman-teman, selamat malam!

Jumpa lagi dengan saya nih. Wah, rasanya sudah lama ya tidak posting di blog ini. Hehe.. Ya iyalah orang aku kan ngepost cuma kalau ada tugas kuliah doang. Wkwkwk :D
Oh iya, di kesempatan kali ini aku ingin menulis mengenai perjalanan hidupku nih. Dimulai dari aku lahir sampai sekarang. Wah kira-kira seperti apa ya? Pada kepo kan? Wkwk, besar kepala amat :v

Ya sebenarnya ini juga merupakan salah satu tugas kuliah sih, yaitu tugas mata kuliah Dokumentasi Budaya Lokal di Jurusan Ilmu Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Buat informasi saja ya, DBL ini adalah sebuah mata kuliah baru di jurusanku, yaitu baru ada di kurikulum 2016 kemarin. Nah, kebetulan mata kuliah ini diampu oleh Ibu Siti Rohaya.
Okey, tidak perlu berpanjang lebar, langsung saja cekidot...

Masa-Masa Balita (Usia 0-5 tahun)
Yak, dimulai dari aku lahir ya guys. Waktu itu, pada hari Senin pagi (Senin Pon) tepatnya pukul 01.00 pagi tanggal 17 Juni 1996, aku terlahirkan di dunia ini dari seorang ibu yang bernama Sutarmi dengan didampingi oleh ayahku, Jamari. Aku lahir di waktu dini hari di sebuah klinik bersalin di daerah Kecamatan Pandak, Bantul, Yogyakarta. Sebenarnya aku kurang mengerti bagaimana kisahku dulu sih, cuma aku dulu waktu kecil tinggal di tempat orang tua Ibuku di Dusun Bongsren, Gilangharjo, Pandak, Bantul. Pada waktu umur 2 tahun, aku pernah diajak orang tuaku pergi ke Tangerang. Kemudian, pada umur 4 tahun aku pindah bersama orang tuaku ke kampung halaman orang tua ayahku di Dusun Ngincep, Desa Triwidadi, Kecamatan Pajangan, Kab. Bantul. Nah, mulai saat itu aku menetap di daerah ini hingga saat ini.

Masa Taman Kanak-Kanak (TK) (Usia 5-6 tahun)
Ketika menginjak umur 5 tahun, aku disekolahkan di sebuah TK bernama TK PKK 73 Trimanunggal di daerah kecamatanku, Pajangan. Aku mulai mendapat banyak teman di sekolah ini. Hari-hari aku jalani dengan senang hati. Hingga pada waktu aku mau lulus, adikku lahir pada bulan Mei 2002. Aku senang sekali waktu itu karena doaku dikabulkan yaitu aku diberikan seorang adik perempuan.

Masa Sekolah Dasar (SD) (Usia 6-12 tahun)
Memasuki masa SD, pada tahun 2002 aku mulai sekolah di SD Manukan yang saat ini berubah menjadi SD Sendangsari semenjak aku kelas 6. Waktu kelas 1 hingga 2, setiap hari aku berangkat ke sekolah dengan diantar oleh ayahku memakai sepeda onthel. Dengan jarak tempuh yang kurang lebih 15 menit dari rumahku. Memasuki kelas 3, waktu itu aku mulai mendapat teman dari kakak kelas yang tidak naik kelas. Sehingga kelasku mulai menjadi berisik kala itu. Namun, beruntungnya aku mendapat guru kelas yang sangat baik hati dan penyabar. Memasuki kelas 4, saat itu aku mendapat ruang kelas di paling pojok sekolah yang merupakan bekas laboratorium IPA, sehingga ruangannya sangat pengap. Dan sialnya aku mendapatkan seorang guru kelas yang sangat killer. Tragedi ini berlanjut hingga kelas 5 karena beliau mengajar di kelasku selama 2 tahun. Kemudian memasuki kelas 6, nah di waktu ini adalah masa-masa paling bersejarah bagi SD ku karena waktu itu ada peristiwa penggabungan antara SD Manukan (SD ku) dan SD Jaten (SD tetangga) yang kemudian menjadi SD Sendangsari (nama kelurahan). Penggabungan ini mengakibatkan anak-anak SD Jaten dan juga guru-gurunya bergabung ke SD ku dan gedung bekas SD Jaten dijadikan untuk perluasan kantor UPT PPD Kecamatan Pajangan. Banyak teman baru dan suasana baru yang aku dapatkan dari peristiwa ini.

Masa Sekolah Menengah Pertama (SMP) (Usia 13-15 tahun)
Pada tahun 2008 aku mulai memasuki sekolah selanjutnya yaitu di SMP N 1 Pajangan. Sekolah ini sebenarnya hanya berseberangan dengan SD ku sebelumnya, yaitu hanya dipisahkan oleh sebuah lapangan sepak bola. Waktu itu aku masuk ke SMP dengan ranking ke-20 pada nilai UASBN, yaitu dengan NEM 25,40. Dan ajibnya aku memperoleh rangking ke-4 ketika lulus SMP dengan nilai 35,85. Pada Waktu kelas 7 SMP, hal yang paling berkesan adalah ketika kegiatan kemah di Candi Prambanan. Waktu itu aku kebetulan bersamaan ulang tahunnya dengan kakak kelasku, yang mana dia adalah seorang cewek. Kita memiliki kesamaan tanggal lahir namun beda tahun. Aku benar-benar kesel waktu itu karena dijodoh-jodohkan dengannya. Akan tetapi hal itu merupakan sebuah ulang tahun yang paling berkesan buatku. Wkwk.. Nah, waktu itu adalah ulang tahunku yang ke-13.

Pada kelas 8 SMP, hal yang paling berkesan adalah ketika studi tour ke Bandung. Waktu itu rombongan kelas 8 SMP N 1 Pajangan mengadakan studi tour dengan tujuan Gunung Tangkuban Perahu, Museum Puspa, dan Pasar Cibaduyut.

Kemudian memasuki kelas 9 SMP, hal yang paling berkesan adalah ketika aku dekat dengan perempuan pertama kalinya. Wuihh.. wkwkwk.. Tapi hubungan itu terpaksa kandas dikarenakan Ujian Nasional. Haha.. Namun aku juga bersyukur karena dapat lulus dari SMP dengan nilai yang sangat memuaskan.
Reuni dan Buka Bersama Alumni SMPN 1 Pajangan '11
Masa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) (Usia 15-18 tahun)
SMK Negeri 1 Pajangan, merupakan sekolah yang tidak ada dalam rencanaku. Ketika aku lulus dari SMP, waktu itu keinginanku adalah melanjutkan sekolah ke SMK N 1 Bantul atau kalau tidak di SMK N 1 Sedayu. Namun, keinginan itu tidak dapat terwujud gegara masalah biaya dan transportasi. Sehingga pada akhirnya aku melanjutkan sekolah di sekolah ini.
Ketika aku kelas X SMK, hal yang paling berkesan adalah saat aku dapat sekelas dengan kakak-kakak kelasku SMP yang saat itu bisa menjadi satu kelas. Kelasku waktu itu dipenuhi oleh anak-anak lulusan SMP 1 Pajangan. Boleh dikatakan bahwa kelasku adalah kelas yang paling ribut karena terdiri dari orang-orang lebih tua dan bermasalah. Haha. Namun, mereka semua memiliki sisi positif berupa bakat terpendam seperti dalam olahraga bola voli misalnya. Karena setiap acara pertandingan bola voli se-SMK (class meeting), kelaskulah yang selalu menang. Bersyukur banget deh berada di kelas ini dan punya teman seperti mereka.
Foto Kelas X SMK
Memasuki kelas XI, adalah waktu di mana aku PKL di Badan Pusat Statistik (BPS) D.I. Yogyakarta. Hal yang paling berkesan waktu itu adalah ketika aku sering menghabiskan waktu di tempat PKL, jalan-jalan di UMY, dan dapet teman PKL dari SMK 1 Bantul. Dua orang cewek asyik yang bernama Erista dan Tiwi. Sementara kami dari SMK 1 Pajangan (Skapaja) terdiri dari aku sendiri, Aji, dan Indra. Kami berlima sering menghabiskan waktu saat Jumat pagi dengan jalan-jalan sepedaan.

Waktu PKL 1

Waktu PKL 2



Waktu Ikut PMR Unit 01 Bantul
Reuni PKL BPS D.I. Yogyakarta '13
Reuni PKL BPS D.I. Yogyakarta '13
HKSN 2013 di Kaliurang
Waktu PKL 3
Rapat FORPIS Kab. Bantul
Kelas XII SMK, saat ini adalah masa-masa galauku dimulai. Dari perjuangan pengerjaan Ujian Kompetensi Kejuruan (UKK), Ujian Nasional (UN), dan persiapan SBMPTN 2014. Waktu itu aku sangat bingung untuk melanjutkan kuliah atau kerja. Namun aku selalu mendapatkan semangat dari kakak kelasku yang keterima di Prodi BK UNY untuk lanjut kuliah, karena sangat disayangkan jika melihat kemampuan akademikku yang tergolong baik (katanya) akan terbuang sia-sia karena tidak melanjutkan kuliah. Oleh karena itu aku mulai belajar soal simulasi SBMPTN sembari persiapan UN 2014.
Hal yang paling aku syukuri adalah ketika aku dapat lulus dengan NEM 35,87 dengan nilai mata ujian Matematika hampir sempurna, yaitu 97,5. Alhamdulillah banget deh pokoknya.
 
Pelantikan PMR Unit 24 SKAPAJA
Outbound Bersama KP3 di Gunung Api Purba

Kunjungan UNIT PMR Se-Kab Bantul tahun 2014
Foto Ijazah SMK
Masa Lulus Sekolah (Galau Tidak Diterima PTN Kemudian Kerja) (Usia 18-19 tahun)
Namun, dengan nilai akademik segitu tidaklah membawaku dengan sukses melewati seleksi PTN. Waktu itu, SNMPTN 2014 aku mengambil prodi Sastra Inggris UGM, Ilmu dan Industri Peternakan UGM, dan Teknologi Pendidikan UNY, dan hasilnya tidak lolos. Kemudian dilanjut SBMPTN 2014 dengan prodi Manajemen Pendidikan UNY, Teknologi Pendidikan UNY, dan Ilmu Sejarah UNY, namun tidak lolos juga. Aku sangat sedih dan iri waktu itu karena banyak teman-teman SMA ku yang lolos seleksi sementara di lain sisi sedikit sekali dari anak-anak SMK yang lolos. Tapi ya apa dayakulah. Akhirnya aku memutuskan untuk kerja dahulu dan mencoba seleksi PTN lagi tahun depan. Kemudian, untuk mengisi satu tahun itu aku bekerja sebagai tukang fotokopi di sebuah toko Fotocopy dan Alat Tulis Kantor (ATK) di dekat SMP ku dulu. Dan beruntungnya toko tersebut adalah milik mantan kepala sekolahku sewaktu SD.

Dari hasil kerja tersebut aku dapat mengumpulkan uang untuk membeli sebuah laptop. Kemudian tiba waktunya SBMPTN 2015, saat itu aku mengambil jurusan Teknologi Pendidikan UNY, Ilmu Perpustakaan UIN SUKA, dan Sastra Inggris UIN SUKA, dan Alhamdulillah aku dapat diterima di pilihan kedua yaitu di jurusan Ilmu Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Pokoknya seneng banget deh waktu itu karena aku merasa perjuanganku selama satu tahun itu akhirnya tidak sia-sia dan membuahkan hasil.

Namun ada hal yang sangat membuatku bimbang yaitu ketika aku juga mengikuti SM UNY 2015 dengan prodi Teknologi Pendidikan dan Ilmu Komunikasi. Waktu itu ternyata aku juga lulus dan diterima di jurusan Teknologi Pendidikan. Ya Allah bingung sekali aku waktu itu karena jurusan itu merupakan pilihan pertamaku di SBMPTN. Dan dulu itu aku benar-benar tidak ada keinginan kuliah di UIN guys, pandanganku ya kuliah itu di UNY. Tapi dengan berbagai pertimbangan yang banyak, akhirnya aku memutuskan untuk tetap memilih di UIN saja walaupun dengan niat setengah-setengah. Alasan yang paling membuatku tetap memilih UIN adalah karena aku telah daftar ulang dengan uang murni hasil tabunganku kerja, sementara di UNY UKT ku juga 3 kali lipat lebih mahal dari yang di UIN hanya 1.100.000 sementara di UNY 3.150.000. Mau bayar pakai apa ini? Sementara uang di tabunganku tinggal aku sisakan buat kegiatan OSPEK/ OPAK. Kemudian dengan terpaksa aku membatalkan untuk kuliah di UNY yang aslinya tinggal satu langkah lagi untuk masuk ke sana. Duh jan ya Allah :')
Pengumuman SBMPTN 2014
Pengumuman SBMPTN 2015
Pengumuman SM UNY 2015
Buka Bersama CV. Optimis Sukses
Back to PMR Unit 01 Kab. Bantul
Masa Kuliah (S1) (Usia 19 tahun - sekarang)
Memasuki masa kuliah, dimulai dari kegiatan OPAK di semester 1. Setiap kampus pasti memiliki sebuah kegiatan rutin yang selalu diadakan tiap awal tahun ajaran baru untuk menyambut para mahasiswa barunya. Di UIN Sunan Kalijaga, kegiatan ini dinamakan Orientasi Pengenaan Akademik dan Kemahasiswaan (OPAK). Di mulai dari kegiatan itu, aku sudah mulai heran dengan para kakak tingkat di kampus ini. Aku kaget dengan mereka semua, pasalnya perilaku dan penampilannya sungguh tidak mencerminkan sebagai seorang mahasiswa. Ada yang berpakaian compang-camping, gondrong, dan sebagainya yang menjadi panitia OPAK. Rasa bimbangku untuk kuliah di kampus ini makin bertambah karena sepandanganku yang namanya mahasiswa itu berpakaian rapi dan beretika baik pula. Aku menyimpulkan seperti itu karena aku melihat mahasiswa UNY pada seperti itu. Nah ini berbeda sekali kenapa kok di UIN kayak gini? Namun, bagaimanapun itu, aku harus tetap menerima dan menjalaninya karena memang hal ini sudah menjadi keputusanku untuk kuliah di kampus ini.
Makrab FADIB UIN SUKA 2015 (1)
Makrab FADIB UIN SUKA 2015 (2)
Kuliah Umum Prodi IP UIN SUKA Tahun 2015
Kemudian, untuk memperkuat niatku kuliah di kampus ini dan di jurusan ini, mulai semester 1 ini aku mencoba mencari sebuah organisasi mahasiswa (Ormawa). Akhirnya, aku putuskan untuk mendaftar di salah satu organisasi jurusan Ilmu Perpustakaan yaitu ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan. Kemudian, di lain sisi aku juga mendaftar sebuah beasiswa pemerintah, yaitu bidikmisi, sehingga dengan otomatis aku tergabung di organisasi yang mewadahinya yaitu ASSAFFA (Association of Bidikmisi Students of State Islamic University of Sunan Kalijaga Yogyakarta).
Makrab ALUS DIY 2015
ALUS DIY Bareng HIMA FT UMY
TBM Iqro Kec. Pajangan (1)

TBM Iqro Kec. Pajangan (2)

TBM Iqro Kec. Pajangan (3)

TBM Iqro Kec. Pajangan (4)
TBM Iqro Kec. Pajangan (5)
Mulai masuk semester 2, hari-hari kujalani seperti biasanya dan tidak ada yang istimewa. Namun, di akhir semester ini aku terkejut karena aku diamanahi menjadi seorang Ketua Divisi di salah satu divisi di ALUS, yaitu Divisi Pengembangan Profesi. Mulai saat itu, aku mulai menjadi seorang mahasiswa organisatoris.
Jogja Membaca 5 ALUS DIY 2016 (1)
Jogja Membaca 5 ALUS DIY 2016 (2)
Pekan Inovasi dan Teknologi LIPI 2015
Memasuki semester 3, aku memiliki keinginan untuk tergabung ke dalam sebuah Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan sebuah organisasi jurusan yang dinaungi oleh kampus. Oleh karenanya aku putuskan untuk mengikuti UKM Studi dan Pengembangan Bahasa Asing (SPBA) dan Himpunan Mahasiswa Jurusan Ilmu Perpustakaan (HMJ-IP). Namun, ternyata langkahku kali ini benar-benar membuatku pusing di mana aku harus membagi waktuku untuk mengikuti 4 organisasi sekaligus.
Kemah Pustaka HMJ-IP UIN SUKA '16
Memasuki semester 4, aku berniat untuk mengurangi aktivitas organisasiku. Oleh karena itu aku perlahan demi perlahan mulai tidak aktif di SPBA, HMJ-IP, dan ASSAFFA. Dan niatku ini benar-benar aku realisasikan di akhir semester ini ketika aku diamanahi hal yang lebih besar oleh teman-teman ALUS untuk menjadi Ketua Umum ALUS periode 2017-2018. Sehingga, organisasi yang aku ikuti saat ini tinggallah ALUS saja dan Karang Taruna di desaku. Dengan begini aku berharap dapat menjalankan amanah yang telah diberikan kepadaku dengan baik sembari tetap fokus di kuliahku karena aku menyadari sebagai mahasiswa bidikmisi, prestasi akademik harus terus dipertahankan.
Pelatihan Jurnalistik ALUS DIY 2017
Pelantikan Ketum ALUS 2017/2018
Memasuki semester 5 hingga saat ini, waktu sehari-hariku selalu lebih banyak aku habiskan di kampus. Karena mau bagaimana lagi, di ALUS aku menjadi Pengurus Harian dan tugas-tugas di semester ini sangatlah banyak. Sehingga boleh dikatakan bahwa aku ini adalah orang yang nglaju pakai motor dari rumah namun jarang sekali di rumah. Namun walaupun begitu aku punya keyakinan untuk menjalani saja waktu saat ini dengan iklhas dan senang hati. Aku yakin semua kesibukanku di kuliah dan organisasi ini besok pasti akan bermanfaat. Dan hal yang paling penting adalah, bukan nilai IPK maupun banyaknya kegiatan yang menjadi tolak ukur kesuksesan kehidupan kita di kampus, namun pertemanan dan kekeluargaan dengan orang-orang di sekitar kitalah yang penting. Karena teman adalah yang akan selalu menolong ketika kita kesusahan dan tidaklah cukup hanya selembar kertas yang akan menentukan kesuksesan kita setelah lulus nanti.
Buka Bersama IP A 2017
ICOASL 2017 UIN SUKA
Ilmu Perpustakaan Kelas A
ALUS DIY 2017/2018

Niat bimbangku kuliah di UIN mulai berkurang ketika aku mendapatkan teman-teman seperti kalian di kampus ini. Pokoknya tetap jaga solidaritas guys! Keep solid lur!

If You Wanna Go Fast, Go Alone
If You Wanna Go Far, Go Together

Yak kurang lebih sekian cerita pendekku mengenai perjalanan hidupku dimulai dari aku lahir dahulu hingga sekarang. Semoga tulisanku kali ini ada manfaatnya buat kalian. Terima kasih banyak.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Sedikit motto:
Jadilah seperti air, walaupun ia terbentur bebatuan ke sana ke mari, namun ia tetap akan sampai pada tujuannya.

Keep fighting fams!