Kamis, 26 November 2015
Rabu, 11 November 2015
Kunjungan ke Kantor Perpustakaan Umum Kabupaten Bantul
Assalamualaikum Wr. Wb.
Selamat siang semuanya, kali ini saya akan menyampaikan hasil kunjungan saya ke Kantor Perpustakaan Umum Kabupaten Bantul. Baik langsung saja, Kantor Perpustakaan Umum Kabupaten Bantul ini berlokasi di Jalan Jenderal Sudirman No. 1 Bantul, Yogyakarta. Merupakan lokasi yang sangat strategis karena satu komplek dengan pusat Kota Kabupaten Bantul. Gedung perpustakaan terletak di antara Masjid Agung Manunggal Bantul dan Markas Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bantul.
Ket: Gambar di atas merupakan foto gedung perpustakaan sewaktu belum di cat.
Secara garis besar, gedung Perpustakaan Umum Kabupaten Bantul terdiri dari tiga lantai, lantai pertama untuk layanan sirkulasi dan informasi, lantai kedua untuk referensi dan pusat administrasi, dan lantai ketiga untuk ruang petemuan.
Lantai Pertama
Di lantai pertama, merupakan inti dari layanan perpustakaan, yaitu pemustaka dapat menemui bahan pustaka yang bersifat sirkulasi, surat kabar harian, majalah, tabloid, layanan informasi dan sirkulasi langsung yang ditangani oleh Pustakawan Pemerintah Kabupaten Bantul.
Di sini juga terdapat layanan Multipurpose Room dan Multimedia Room yang dapat digunakan oleh publik. Lalu di sebelah selatan terdapat ruangan khusus yang berfungsi sebagai tempat membaca buku dan majalah anak - anak.
Sistem klasifikasi bahan pustaka di sini sudah menggunakan DDC (Dewey Decimal Cassification) yang tersebar mulai 000 hingga 900. Bahan pustaka juga sudah diotomasi sedemikian rupa sehingga dapat memudahkan pemustaka dalam mengaksesnya. Layanan hotspot juga tidak ketinggalan, para pemustaka difasilitasi hotspot gratis dan unlimited hanya dengan syarat mendaftar sebagai anggota. Untuk pendaftarannya hanya dengan syarat fotocopy KTP atau kartu identitas lain (misal KTM, Kartu Pelajar, SIM) dan pas foto ukuran 3x4 berjumlah 1 lembar.
Apabila kita amati sebelah utara, maka di situ terdapat beberapa komputer/PC yang disediakan bagai para pemustaka yang berfungsi untuk mengakses katalog bahan pustaka dan internet. Akan tetapi sayangnya katalog di sini belum dapat diakses secara online sehingga hanya dapat diakses dengan komputer yang disediakan di sini saja. Untuk absensi pemustaka di sini sudah menggunakan barcode scan dengan menunjukkan KTA bagi anggota dan mengisi buku tamu manual bagi pengunjung umum.
Lantai Kedua
Di lantai kedua ini terdapat dua buah ruangan utama yang merupakan ruang administrasi perpustakaan dan ruangan referensi dan karya tulis ilmiah. Saya terkejut sewaktu memasuki ruang referensi ketika saya menemukan bahwa di sini terdapat banyak skripsi alumni-alumni Ilmu Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga. Saya merasa bangga sekali mengetahui bahwa ternyata kakak-kakak tingkat saya pernah menjamah Perpustakaan Umum Kabupaten Bantul ini. Hehe. Semoga bila sudah tiba waktu saya lulus nanti saya juga bisa menyumbangkan skripsi saya di sini.. Amiinn :D
Oh ya, satu hal yang membuat saya terkagum lagi bahwa Perpustakaan Umum Kabupaten Bantul ini sudah terakreditasi "B" oleh Perpusnas. Hmmm.. prestasi yang lumayan bagus :)
Lantai Ketiga
Memasuki lantai ketiga, di sini hanya terdapat ruang pertemuan yang digunakan untuk acara-acara tertentu oleh perpustakaan. Saya perhatikan ruangannya juga cukup luas dan nyaman.
Jam Layanan
Perpustakaan Umum Kabupaten Bantul memiliki jam layanan antara hari Senin s/d Sabtu yaitu sebagai berikut:
- Senin-Kamis pukul 07.30 - 15.00
- Jum'at pukul 07.30 - 14.00 (istirahat pukul 11.30 - 13.00)
- Sabtu pukul 08.00 - 14.00
Layanan Lain
Perpustakaan Umum Kabupaten Bantul juga melayani copy file bahan pustaka digital ke flashdisk/ CD. Akan tetapi pertanyaan saya mengapa penyalinan file ini tidak melalui media download saja mengingat sering ditemukannya dampak virus akibat penyalinan file melalui media flashdisk.
Dan yang terakhir, Perpustakaan Umum Kabupaten Bantul juga mengadakan layanan perpustakaan keliling ke berbagai sekolah dasar di Kabupaten Bantul. Layanan yang satu ini sudah cukup lama ada karena sewaktu saya SD kelas 5 dulu mobil perpustakaan sering ke SD saya seminggu sekali.
Baiklah, sekian tulisan saya mengenai hasil kunjungan ke Kantor Perpustakaan Umum Kabupaten Bantul. Mohon maaf apabila terdapat banyak salah kata dan semoga tulisan saya bermanfaat. :)
Terima kasih. "Marilah kita budayakan membaca dan menulis sebagai sumbangan kita untuk kemajuan negeri ini." :)
Wassalamu'alaikum. Wr. Wb
Sumber Gambar: http://perpustakaan.bantulkab.go.id
Senin, 21 September 2015
Langkah Demi Langkah Saya dalam Memperoleh PTN
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Lulus Sekolah Menengah
Atas, mungkin itu adalah masa-masa paling galau yang dialami oleh seorang
siswa atau anak remaja. Kuliah atau kerja? Sebuah pertanyaan klasik yang pasti ada di pikiran
anak-anak zaman sekarang. Begitu juga dengan diri saya, setelah kelulusan
sekolah hampir tiba, barulah saya mulai bingung, “Rencana ke depan setelah saya
lulus mau ngapain?” Dan akhirnya saya memutuskan untuk lanjut kuliah sebelum
bekerja. Karena saya berasumsi bahwa zaman sekarang kalau hanya lulus SMA/SMK
itu tanggung sekali. Mungkin kalau jaman dulu kita sekolah sampai jenjang itu
sudah dianggap “wah”, sudah bisa jadi guru atau pengajar, dan lain-lain. Tapi
untuk zaman sekarang lulus SMA/SMK sudah menjadi hal yang wajar banget. Sudah
rata-rata penduduk di desa saya sekarang sekolah sampai jenjang SMA/SMK. Jadi,
pada akhirnya saya memutuskan untuk lanjut satu jenjang lagi yaitu ke perguruan
tinggi.
Saya
berasal dari sebuah SMK negeri di Bantul yang bisa dikatakan masih baru, yaitu
adalah SMK Negeri 1 Pajangan. SMK saya baru mulai beroperasi mulai tahun
2004/2005 dan saya adalah alumni angkatan ke-8 dari sekolah itu. Saya mengambil
jurusan TI atau secara khususnya sering dipanggil Rekayasa Perangkat Lunak
(RPL).
Dulu
mindset saya langsung tertuju pada
PTN. Jadi saya beranggapan bahwa PTN itu lebih keren daripada PTS. Di PTN juga
kita bisa lebih membantu orang tua karena biayanya yang relatif lebih murah
daripada di PTS dan juga karena saya berasal dari keluarga kurang mampu. Terus
terang saya waktu itu langsung tertuju pada PTN yang bergengsi yang ada di
Jogja, yaitu Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Negeri Yogyakarta
(UNY).
Step
pertama, SNMPTN 2014
Dalam hati saya
benar-benar ingin kuliah di Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Tetapi saya tidak
mengerti jurusan apakah yang benar-benar cocok dengan saya? Saya waktu itu asal
memilih saja jurusan yang lumayan bergengsi dan kuotanya diterimanya banyak,
sehingga kiranya saya bisa masuk. Pilihan saya waktu itu :
- Sastra Inggris UGM, saya memilih ini karena saya hobi saja dengan Bahasa Inggris dan kelihatannya bakal keren kalau saya kuliah di jurusan ini.
- Ilmu dan Industri Peternakan UGM, karena mayoritas orang-orang di daerah saya adalah peternak. Entah itu ayam petelur, ayam pedaging, sapi, kambing, dan sebagainya. Dan ayah saya juga suka memelihara ayam.
- Teknologi Pendidikan UNY, saya kurang mengerti sebenarnya jurusan apa ini. Saya hanya tertarik saja dengan namanya yang ada kata “teknologi” nya itu. Mungkin ini adalah semacam pemanfaatan teknologi dalam dunia pendidikan. Dan juga karena berasal dari jurusan TI juga sih saya.
Waktu terus berjalan dan
pengumuman SNMPTN 2014 tiba. Ternyata Allah menjawab lain, saya belum lolos
masuk PTN kali ini. Lalu saya mendapat nasihat dari kakak kelas saya yang di
UNY bahwa masih ada jalan yaitu dengan melalui seleksi tertulis SBMPTN 2014.
Step kedua,
SBMPTN 2014
Di
SBMPTN ini sebenarnya saya sudah mempersiapkan untuk belajar sedikit demi
sedikit bersamaan dengan persiapan UN 2014 mulai dari bulan Januari. Saya waktu
itu hanya tergantung saja dengan sebuah buku Panduan SBMPTN yang saya beli.
Buku itu berisi soal-soal SBMPTN dari tahun ke tahun yang saya simpulkan bahwa
dari keseluruhan isinya hampir sama atau bisa dikatakan mirip. Tetapi tetap
saya bingung, saya kaget sekali saat pertama kali melihat soal-soal itu. “Lah,
soal apaan ini, tidak mudeng semua saya. Mungkin hanya anak-anak SMA ini yang
bisa ngerjain?”, begitulah kata dalam hati saya. Akan tetapi saya berusaha
belajar semampu saya dan semaksimal mungkin. Saya memutuskan untuk mengambil
kelompok tes IPS/SOSHUM. Saya sebenarnya berasal dari anak SMK IPA soalnya
jurusan saya TI/RPL, tetapi saya tidak percaya diri kalau mengambil
IPA/SAINTEK, sehingga saya banting setir aja ke IPS soalnya pengalaman kakak
kelas saya ada juga yang lolos di UNY yang mengambil IPS/SOSHUM. Pilihan saya
waktu itu :
- Manajemen Pendidikan UNY, saya kurang mengerti jurusan ini, dan saya juga kurang berbakat juga sepertinya jadi guru. Akan tetapi kakak kelas saya menyarankan bahwa saya akan bagus apabila memilih jurusan ini.
- Teknologi Pendidikan UNY, yang ini alasannya hampir sama waktu SNMPTN.
- Ilmu Sejarah, nah kalau yang ini saya memilih hanya buat pelarian saja soalnya kuotanya lumayan banyak yaitu diambil sekitar 30 dari 216 pendaftar (tahun 2013).
Waktu terus berjalan dan
lagi mungkin belum rezeki saya, saya belum juga lolos di SBMPTN 2014.
Saya ‘down’ sekali waktu itu, lalu saya
mendapat nasihat dan motivasi dari berbagai pihak, teman, kakak kelas,
keluarga. Dan akhirnya saya berpikir bahwa mungkin tahun ini belumlah rezeki
saya untuk lolos ke PTN. Soalnya kalau dari segi sarana dan prasarana saya
belum punya bekal apapun, entah itu laptop, dana masuk pertama kali, dan yang
lainnya. Sehingga saya memutuskan untuk kerja selama satu tahun dan menunggu
SBMPTN tahun depan.
Step ketiga,
kerja di CV. Optimis Sukses (Optimis Fotocopy)
Awalnya
saya kerja di sini atas ajakan teman saya karena sistem kerjanya enak. Di sini
kerja dengan hitungan jam. Jadi kita datang absen jam berapa lalu pulang jam
berapa. Jadi izinnya gampang kalau kita ada acara. Masalah gaji di sini
bulanan, dari hasil jumlah absen tadi dikalikan gaji per jam. Bulan pertama
kedua yaitu Rp 1.500,00, bulan ketiga keempat Rp 2.000,00, dan mulai bulan
kelima sampai bulan kedua belas yaitu Rp 2.500,00. Untuk bulan pertama, gaji
saya waktu itu hanya sekitar 500-an ribu saja soalnya saya kerjanya tidak full
1 bulan. Lalu mulai bulan ketiga gaji saya sudah mencapai sekitar 600-700 ribu.
Dan bulan kelima sampai bulan selanjutnya gaji saya rata-rata mencapai sekitar
800 ribu. Pernah juga sampai 1 juta sekali waktu bulan Februari karena saya
sering lembur. Saya bekerja di sini kira-kira 12 bulan.
Step
keempat, SBMPTN 2015
Sebelum
SBMPTN 2015 tiba, saya sering nongkrong di situs belajar online Zenius Blog yaitu di alamat www.zenius.net. Di situ saya mendapatkan pelajaran bahwa, “Keputusan
untuk menunda kuliah satu tahun itu adalah keputusan yang baik pula, soalnya
kita bisa lebih memahami diri kita sendiri, mengoreksi kesalahan-kesalahan
kita, dan menyiapkan strategi yang mantap untuk tahun depan.”
Dan akhirnya yang
dinanti-nanti datang juga. SBMPTN 2015, saya waktu itu meyakinkan kepada diri saya
bahwa “usaha dan kerja keras tidak akan mengkhianati kita”. Dan dengan penuh
rasa deg-degan dan penuh harap saya mendaftar kembali dengan tetap memilih
kelompok ujian SOSHUM tetapi di jurusan yang agak nyangkut-nyangkut di bidang TI
:
- Teknologi Pendidikan UNY, masih dengan alasan yang sama, tetapi saya lebih yakin masuk di jurusan yang ini karena setelah saya cek kurikulumnya ternyata memang banyak pelajaran TI-nya. Tapi tetap saja lebih banyak ke kependidikannya.
- Ilmu Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga, sebenarnya saya kurang mengerti sih jurusan apa sebenarnya ini. Saya memilih ini atas saran dari teman saya yang kuliah di UIN bahwa jurusan ini itu bagus, cocok juga buat anak TI karena nanti bakal banyak belajar mata kuliah TI. Ya sudah akhirnya saya menaruhnya di pilihan kedua.
- Sastra Inggris UIN Sunan Kalijaga, kembali ke alasan saya waktu SNMPTN 2014, akan tetapi ini bersifat pelarian karena saya taruh di pilihan ketiga.
Waktu terus berjalan,
dan tiba juga hari di mana pengumuman yang akan menentukan nasib saya, masa depan
saya dan juga perjuangan saya selama satu tahun ini bakal ditentuin sama
pengumuman ini. Hari Kamis, Malam Jum’at, tanggal 9 Juli 2015, tepat setengah
jam sebelum pengumuman dimulai yaitu pukul 16.30 saya pantengin terus website SBMPTN dan juga grup SBMPTN 2015
di Facebook. Semua anak-anak pejuang SBMPTN 2015 pada heboh pokoknya waktu itu.
Detik terus berjalan, berganti menit, dan tiba juga jam 17.00. Akan tetapi apa
yang saya dapat malahan script error di
website SBMPTN. “Ya Allah, bagaimana ini?” Lalu pada waktu itu di tempat kerja
saya sedang datang sebuah lemari/rak besar untuk menata barang dagangan seperti
buku-buku dan alat tulis jadi saya memutuskan untuk menunda melihat pengumuman
SBMPTN nanti setelah buka puasa/ maghrib.
Setekah habis maghrib, pelanggan
malah berdatangan tiada henti dan hampir tiba waktu isya’ saya baru punya waktu
untuk kembali melihat komputer. Lalu saya kembali membuka Web SBMPTN, saya
memilih mengecek melalaui situs mirror-nya
saja yaitu di alamat sbmptn.ugm.ac.id.
Dengan penuh rasa deg-degan saya menuliskan nomor peserta SBMPTN, tanggal lahir
dan juga captcha lalu saya membaca
surat Al-Fatihah dan saya klik tombol ‘Lihat Hasil’. Dan apa yang saya lihat, sebuah
tulisan berwana biru yang berbunyi :
Ya
Allah, saya bahagia sekali waktu itu. Saya langsung bersujud. Saya langsung
bilang kepada Ibu saya yang punya toko tempat kerja dan menyalaminya. Lalu adzan
isya’ tiba, saya langsung pulang dan bilang kepada kedua orang tua saya bahwa
saya dinyatakan lulus SBMPTN 2015. Mereka sangat bangga, walaupun itu di
pilihan kedua tapi mungkin ini adalah jalan terbaik yang Allah berikan kepada
saya. Saya yakin bahwa Allah lebih mengerti apa yang saya butuhkan daripada apa
yang saya inginkan.
Step kelima,
SM UTUL UNY 2015
Sebelum
pengumuman SBMPTN kemarin sebenarnya saya sempat ikut Seleksi Mandiri Ujian
Tulis UNY buat jaga-jaga kalau tidak lolos SBMPTN. Saya mengambil pilihan:
- Teknologi Pendidikan UNY, lagi-lagi alasan masih sama
- Ilmu Komunikasi UNY, jurusan baru di UNY yang baru buka tahun 2014 kemarin akan tetapi teman saya sudah ada yang masuk di jurusan ini tahun kemarin dan bilang bahwa jurusannya sudah bagus. Di lain sisi saya juga agak tertarik dengan dunia pers/ jurnalistik.
Saya sangat berharap
juga lolos di SM ini. Karena tahun ini mindset
saya bahwa saya ingin sekali kuliah di UNY. Saya mempunyai angan-angan apabila
SBMPTN saya lolos di UIN dan SM saya lolos di UNY saya akan ambil yang UNY.
Akan tetapi waktu berkata lain, pengumuman SM yang harusnya tanggal 14 Juli
(SBMPTN tanggal 9 Juli) diundur jadi 3 Agustus 2015. “Ya Allah, apakah saya
memang ditakdirkan untuk kuliah di UIN bukan di UNY?”, dalam benak saya. Sehingga
daftar ulang pun sudah selesai dan hari di mana pengumuman tiba. Saya mengecek
kembali tetapi dengan perasaan yang penuh bingung, pokoknya campur-campur deh,
antara berharap dan juga tidak. Dan benar bahwa saya dinyatakan lolos di
pilihan pertama yaitu di FIP – Teknologi Pendidikan UNY.
Dan benar-benar pusing
sekali saya waktu itu. “Ambil atau tidak ya, ambil atau tidak ya, kalau ambil
nanti yang UIN bagaimana, sudah terlanjur daftar ulang, sudah bayar, sudah
dapat KTM juga”, dalam pikiran saya. Kalau tidak, sayang banget sebenarnya,
soalnya ini adalah pilihan pertama saya waktu SBMPTN dan benar-benar sudah di
depan mata.
Setelah menyurvei, searching, tanya sama kakak kelas yang
di UNY, di UIN dan mempertimbangkan matang-matang akhirnya saya membuat
keputusan untuk tetap memilih yang UIN saja. Menurut saya, secara kampus memang
menang yang UNY tetapi secara jurusan dan kenyamanan saya, saya nyaman yang di
UIN. Dan saya juga telah menemukan "sense of wonder" saya di jurusan ini. Dan yang paling penting, secara riilnya juga UKT saya yang UNY Rp 3.145.000,00, mau bayar
pakai apa itu? Yang UIN saja cuma Rp 1.100.000,00. Dan ironisnya uang saya
sudah saya habiskan untuk daftar ulang di UIN, beli laptop, dan tinggal tersisa
sedikit buat persiapan OSPEK. Ya sudah, mungkin ini sudah menjadi takdir buat
saya.
Ya, begitulah kira-kira
kurang lebih cerita saya dalam memperoleh pendidikan di Perguruan Tinggi Negeri
(PTN). Kita akan benar-benar mengerti manisnya kesuksesan apabila pernah merasakan pahitnya perjuangan. Sehingga akhirnya saya sekarang bisa menjadi bagian, menjadi mahasiswa
di Jurusan Ilmu Perpustakaan dan Informasi, Fakultas Adab dan Ilmu Budaya,
Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta. Semoga ini adalah pilihan terbaik
buat saya. Terima kasih banyak, apabila banyak salah kata dari saya, saya mohon
maaf yang sebesar-besarnya.
Oh iya, semoga cerita saya ini juga dapat memotivasi teman-teman sekalian yang belum juga dapet PTN, dan memutuskan untuk menunda kuliah tahun depan. Tetep semangat kawan :) Akhirussalam...
Oh iya, semoga cerita saya ini juga dapat memotivasi teman-teman sekalian yang belum juga dapet PTN, dan memutuskan untuk menunda kuliah tahun depan. Tetep semangat kawan :) Akhirussalam...
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
Rabu, 16 September 2015
Apa Itu Jurusan Ilmu Perpustakaan?
Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Ilmu Perpustakaan dan Informasi, atau biasa disingkat Ilmu Perpustakaan. Apa itu jurusan Ilmu Perpustakaan? Mungkin tidak banyak orang yang sudah mengetahui atau tidak sedikit orang yang tidak mengetahui bahwa ada jurusan Ilmu Perpustakaan di dunia ini. Lebay. Memang jurusan yang unik sekali.. Hahaha
Ilmu perpustakaan? Jurusan apa itu? Jurusan yang menata-nata buku? Ataukah jurusan yang nanti pekerjaannya hanya nungguin orang baca sambil mlongo. Wkwk xD Heiii... tunggu dulu broh jangan salah sangka dulu di kampus tercinta gua ini, jurusan ini sangatlah lengkap sekali.. Ya itulah Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta jurusan ini ada mulai dari tingkatan D3, S1, S2 dan bahkan mulai tahun 2015 ini mulai dibuka tingkatan S3 untuk jurusan Ilmu Perustakaan dan Informasi atau biasa disingkat Ilmu Perpustakaan. Dan ini merupakan jurusan Ilmu Perpustakaan setingkat S3 pertama di Indonesia, bahkan Universitas Indonesia (UI) pun belum ada. Nekat sekali yak UIN ini :D. Jadi, sebegitu pentingkah sekali jurusan ini?
Jujur saya aslinya adalah anak SMK jurusan Rekayasa Perangkat Lunak dan masuk kesini ya bisa dikatakan kesasar sih :D Gua tahu jurusan ini waktu mau daftar SBMPTN 2015 kemarin. Gua pilih jurusan ini karena di sini banyak pelajaran Teknologi Informasinya. Jadi ceritanya gua kemarin waktu mau SBMPTN gua sudah terlanjur belajar soshum terus walaupun gua sebenernya anak SMK IPA, gua ngehindar belajar saintek karena gue ga pede. Lah ini soal isinya hitung-hitungan semua. Soal apaan xD. Tapi tetep gua milih jurusan IPS/soshum yang banyak nyangkutnya di TI. Ya akhirnya di sinilah mungkin saya sudah ditakdirkan masuk di jurusan ini :D Ya nggak buruk-buruk amat lah, atau malahan bisa dikatakan favorit loh jurusan ini di UIN Jogja. Sedikit gua kasih tahu ya, tapi bukannya sombong di UIN Jogja ini jurusan Ilmu perpustakaan yang S1 sudah terakreditasi "A" dan kampusnya juga sudah terakreditasi "A". Dan jurusan Ilmu Perpustakaan di Indonesia yang sudah terakreditas A itu baru ada 4 di Indonesia, yaitu di UI, UNPAD, USU dan UIN SUKA Jogja. Jadi bisa disimpulin sendiri lah :)
Okey, kembali ke topik! Kalau misal akhirnya kerjaannya hanya menjadi tukang jaga perpustakaan yang sepi dan membosankan gitu ngapain harus susah-susah kuliah sampai S1, S2 atau bahkan S3. Ilmu perpustakaan atau kepustakawanan itu sangat luas brohh... bahkan di era modern ini mulai dikembangkannya perpustakaan digital (digital library). Dan bahkan lagi, sebuah perpustakaan itu bisa menjadi simbol kemajuan suatu negara. Kemajuan suatu negara itu bisa dilihat dari kebiasaan membaca penduduknya. Coba kalau kita lihat negara maju di luar sana, di sana kegiatan membaca adalah sebuah kegiatan sehari-hari yang merupakan kebutuhan pokok. Karena mereka tahu bahwa dengan membaca akan memperluas informasi, wawasan dan pengetahuan mereka. Nah, sekarang kita lihat negara kita Indonesia ini. Sampai manakah budaya membaca sudah dipraktekan di kegiatan sehari-hari kita. Kita harus mecintai membaca dan juga menulis. Itu merupakan salah satu kegiatan kecil tapi merupakan kontribusi yang besar untuk kemajuan negara kita tercinta ini.
Oke, sekian saja lah postingan singkat gua buat blog baru ini. Hahaha. Maaf, kalau tulisannya berantakan dan topiknya muter-muter :D
Sekian, Wassalamu'alaikum Wr. Wb.
Salam mahasiswa!!! Tunggulah Indonesia, kita akan membawa perubahan bangsa dengan ilmu kita! :D
Langganan:
Postingan (Atom)




